Makassar (ANTARA News) - Bencana alam tsunami yang melanda beberapa daerah di Indonesia membuat sebagian warga pesisir Makassar resah, namun bencana tsunami itu tidak akan terjadi di Makassar hingga 200 tahun mendatang.

Ahli Meteoroligi dan Geofisika Universitas Hasanuddin (Unhas), Kaharuddin di Makassar, Senin, mengaku jika ancaman tsunami yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia diprediksi tidak akan terjadi di pesisir lautan Makassar.

Karena perairan di selat Makassar sangat jauh dari patahan yang kadang menjadi penyebab tsunami. Di samping itu, sumber gempa di lokasi patahan sekitar 120 kilometer dari laut Makassar juga dinyatakan aman.

"Letak geografis kota Makassar aman dari tsunami karena perairan di Selat Makassar sangat jauh dari patahan yang kadang menjadi penyebab tsunami," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan perkiraan yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) bahwa Makassar terbebas dari ancaman tsunami hingga 50 tahun kedepannya itu merupakan angka minimal.

"BMKG pernah mengeluarkan perkiraan bahwa Makassar terbebas dari ancaman tsunami hingga 50 tahun. Namun, perkiraan itu hanya angka minimal yang dikeluarkan, padahal Makassar bisa terbebas ancaman hingga 200 tahun ke depannya," katanya.

Jika Makassar terbebas karena jauh dari patahan, lanjutnya, beda halnya di sekitar Mentawai yang setiap terjadi gempa saja potensi tsunami pasti ada karena berdekatan dengan tebing dan patahan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, hasil analisis dan prediksi salah satu lembaga dari Jepang, memprediksi Sulsel bisa terbebas dari tsunami selama 50 tahun ke depan atau hingga 2060 mendatang.

"Kita bersyukur di Sulsel karena ada jaminan dari BMKG dan lembaga ahli di bidang Geologi Jepang, bahwa selama 50 tahun tidak akan ada ancaman tsunami di Sulsel. Bahkan, ahli Geologi di Amerika memprediksi sampai 200 tahun," terangnya.

Meski demikian, Syahrul bersama seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota, tetap melakukan berbagai antisipasi dan penanganan bencana. Seperti, membentuk Badan Penanggulangan Bencana di setiap daerah.

"Kita punya agenda penangangan bencana ke depan. Seperti pendekatan regulasi, termasuk didalamnya bagi tugas dan tanggung jawab. Managemen yang mengatur soal pelatihan, termasuk prosedur tetap," tuturnya.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, meskipun sudah ada jaminan dari penelitian yang dilakukan BMKG, peneliti tsunami asal Jepang dan Amerika, namun dirinya tetap melakukan antisipasi sesuai dengan protap.

"Alhamdulillah, karena jaminan itu sudah datang dari peneliti geologi asal Jepang dan Amerika serta BMKG. Namun, kita tetap harus waspada dan mengantisipasinya," terangnya. 
(T.KR-MH/F003) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar